Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk semua warga Indonesia.
Sebelumnya, saya ingin mengutarakan rasa prihatin yang sangat mendalam akan keadaan Negara kita INDONESIA, yang makin hari makin terpuruk saja. Padahal cita-cita para pejuang '45 dahulu adalah untuk memerdekakan Negara kita untuk sepenuhnya 100% merdeka. Tetapi apa yang kita rasakan saat ini belum sampai segitu. Status Negara kita memang sudah merdeka, tetapi banyak masyarakat Indonesia yang merasa belum merdeka, karena mereka banyak yang merasa dibawah garis kemiskinan. Apa yang telah diperjuangkan dari generasi ke generasi saya rasa sudah cukup maksimal. Tapi mengapa masih banyak orang yang merasa demikian??? Apa ini yang dinamakan keserakahan dari umat manusia???
Saya mohon maaf yang sebesar-sebesarnya kepada seluruh warga Indonesia, seandainya apa yang saya tulis dalam blog ini kurang berkenan di hati.
Disisi lain saya lihat dan dengar dari beberapa media, bahwa negara kita ini adalah negara terkaya di dunia, tetapi kenapa penduduknya masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan??? Apa salah dari pemerintahannya??? Saya fikir pemerintah memang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk negara kita, tapi disisi lain saya juga berfikir itu masih "semaksimal” belum yang beribu, berjuta, atau bertriliun maksimal usaha pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Saya tidak akan membandingkan Indonesia dengan negara lain, cukup mengkoreksi atau introspeksi sendirilah negara “PERSATUAN” ini, kira-kira apa yang salah di dalamnya??? Dan bagaimana dan apa jalan keluar terbaiknya???
Ini menurut jawaban saya pribadi, tolong kirim komentar untuk beberapa jawaban saya!!!
1. Negara kita memang kaya raya akan kekayaan alam, keselahannya adalah minimnya pendidikan atau penyuluhan untuk masyarakat Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sendiri, sehingga kita harus mengEkspor-nya keluar negeri dengan harga yang dikira sudah cukup untuk income negara. Tapi setelah itu kita mengImpor barang jadi yang asalnya adalah milik kita di waktu mentahnya. Dan itu dengan harga yang dikira sudah cukup murah (padahal lebih mahal dari mentahnya). Coba seandainya kita mampu mengolah itu semua di negara kita sendiri dan untuk masyarakat kita sendiri mungkin Indonesia akan makmur.
2. Banyak pengusaha-pengusaha kaya di Indonesia, tapi bukan asli penduduk pribumi. Kebanyakan pengusaha kaya di Indonesia adalah penduduk Chinese. Mungkin ada yang menyangkal “Lho pengusaha yang asli penduduk pribumi juga ada yang kaya” Iyaw memang, tapi menurut pengamatan saya, pendapat pengusaha pribumi di banding pendatang (Chinese) adalah kurang lebih 10 : 1.000.000 kenapa demikian, karena penduduk pribumi kalah modal dengan mereka. Informasi yang saya dapat, bahwa pemerintah Indonesia lebih mudah memberikan modal kepada pendatang (Chinese) dari pada kepada penduduk pribumi, dengan alasan mereka bisa lebih dipercaya. {mohon maaf kalau salah}. Sekarang kalau di pikir, kita yang memiliki semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA” tetapi tidak mempercayai sesama masyarakat Indonesia. Gimana mau maju negara ini???
Kalau menurut saya, kita ini di jajah pelan-pelan tapi tidak terasa. Di zaman perjuangan dulu kita di suruh kerja paksa oleh penjajah. Di zaman modern ini, kita di suruh kerja tiap hari, tepat waktu, banting tulang, hasil pas-pasan, salah sedikit maen pecat. Hasil maksimal yang makan orang-orang pendatang dari negara lain, kita hanya di “sepyuri” bak ayam. Mau sejahtera darimana????
Kemudian melihat keadaan yang demikian, banyak masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagai TKW or TKI (berarti kalau kelihatan begitu kan sudah tidak percaya dengan negara sendiri). Kalau keluar negeri jadi PENGUSAHA, sukses dan menjadi BOS BESAR, disana bukan jadi babu, mungkin bisa di banggakan. Apa yang salah dari semua ini???
Orang Indo menurut saya, mudah tergiur dengan hasil yang banyak. Bukan dengan hasil yang memuaskan. Mereka merasa puas setelah dapat hasil yang banyak. Beda dengan orang Chinese mereka tidak puas dengan hasil yang mereka peroleh, dengan begitu mereka akan berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik. Disitulah kalahnya orang indonesia dengan negara lain dalam bidang “EKONOMI”. Mangkanya meski pulang dari luar negeri pun, tidak ada orang Indonesia yang kaya raya, yang bisa menafkahi para FAKIR-MISKIN, YATIM-PIATU hingga TUJUH TURUNAN.
3. Masyarakat Indonesia kurang mau berbagi dengan sesama. Mungkin ada yang menyangkal “SAYA SUDAH MAU BERBAGI” iyaw saya tau, berapa persen yang anda bagi dari penghasilan anda??? Berapa persen penghasilan anda di banding dengan pengahasilan para pejabat (PN)??? Untuk para (PN) berapa persen penghasilan anda dari pendapat negara???
Itulah... kalau kita lihat semua itu, beeehh.... luar biasa banyaknya uang yang ada di negara kita. Itu kalau kita bagi rata ke seluruh masyarakat Indonesia, saya yakin di Indonesia tidak akan ada orang yang dibawah garis kemiskinan. Mungkin ada yang menyangkal “KALAU KITA BAGI KE SELURUH MASYARAKAT, APA BIAYA OPERASIONAL NEGARA??? SIAPA YANG MEMBIAYAI LISTRIK DAN KEBUTUHAN LAINNYA???” kalau kita mau mensiasati, semua itu akan bisa teratasi, kalau tidak ada tindakan keserakahan, kecurangan, dan manipulasi. Contoh : Penghasilan para PN rata-rata 1,2,3,4 bahkan sampai 10 juta /bln, itu kalau kita buat rata perbulan 2juta, saya rasa masih banyak sisanya. Kenapa?? Sekarang berapa banyak PN di negara kita??? Kemudian tiap kepala keluarga seluruh Indonesia mendapat jatah 1juta perbulan dari pemerintah, saya rasa itu sudah lebih dari cukup. Mungkin ada yang menyangkal “SAYA SAJA BERPENGHASILAN 3JT /BLN MASIH KURANG, KARENA APA-APA MAHAL SEKARANG!!!!” okey memang semua mahal, kenapa??? Karena dari bahan pokok saja mahal, itu kebutuhan pasti. Belom kebutuhan yang tidak pasti seperti membayar listrik perbulan, telpon, sudah di tambah nyicil utang (KREDIT) gimana mau cukup??? Penghasilan berapa jutapun kalau kita terlilit hutang, gag bakalan cukup.
Kemudian kenapa harga bahan pokok mahal??? Karena pupuknya mahal, kenapa pupuk mahal??? Karena pupuk dari pabrik, yang punya pabrik orang pendatang, mengharap penghasilan tinggi. Coba semua itu kita olah sendiri, pasti gag akan semahal itu. Dan saya yakin dengan begitu Indonesia akan menjadi 100% merdeka dan mandiri. Tidak bergantung dengan negara lain.
4. Minimnya Pendidikan di Indonesia??? Benarkah demikian???? Kalau memang bener kenapa dan apa alasannya???
Menurut saya dunia pendidikan di Indonesia sudah cukup bagus, Cuma masyarakat terutama pemuda Indonesia, mereka bersekolah tetapi bukan didasari niat untuk mencari ilmu, 90% pemuda Indonesia bersekolah bertujuan hanya untuk mendapatkan Ijazah, yang nantinya hanya diperuntukkan sebagai syarat saat melamar kerja, dan menjadi babu di negara sendiri. Yang saya heran, kenapa ada sekolah yang mau dan masih bisa melayani siswa yang seperti itu??? Hadir atau tidak hadir tidak masalah yang penting bayar. Apakah itu semboyan pendidikan di Indonesia saat ini???
Apakah semua itu salah dari pendidikan dasarnya??? Mungkin iya, karena pendidikan dasar di Indonesia menurut pengamatan saya, makin hari bukan makin membaik tetapi tambah buruk. Siswa-siswinya tidak tau sopan santun, berani sama guru, tidak bisa menghormati keberadaan guru. Guru mereka anggap sebagai teman, yang jauh dari teman sebaya mereka. Mengapa demikian??? Menurut saya, kinerja para pahlawan tanpa tanda jasa ini sudah maksimal, “sekali lagi saya bilang masih maksimal belum berjuta Maksimal”, karena menurut saya pengajar saat ini takut akan kehilangan pekerjaan, gelar or title dan status. Mengapa?? Iyaw karena pemerintah menerapkan undang-undang perlindungan anak (padahal dulu gag ada tuh UU, kox sampai muncul UU itu mungkin salah memilih dan menyeleksi pendidik yang berkualitas, yang gag bisa nahan emosi sampai terjadi kekerasan di dunia pendidikan) dan itu yang menjadi “momok” para pendidik saat ini. Ada murid yang mblunat, urakan, gag teu sopan-santun dan sebagainyalah, itu dibiarin saja, atau Cuma berani menasihati saja. Orang anak kayak gitu di biarin, makin dewasa makin nglunjak. (padahal waktu zaman saya masih sekolah, kalau tidak bisa tertib, apalagi berani atau bisa hormat pada guru, jangankan gitu, gag ngerjain PR saja sudah di hukum sampai puas). Saya rasa mendidik anak dengan benar dan tegas sejak dini akan melahirkan generasi muda masa depan yang cemerlang, yang bisa membanggakan bangsa. Untuk itu saya mohon pada bapak/ibu guru pendidik untuk kerja lebih tegas, selama kita benar kita bisa membela diri depan hukum. Tegas bukan berari kekerasan yang tidak berarti, tegas adalah bukan berarti takut untuk menghukum siswa yang NAKAL, Tegas berarti mendidik dengan benar sesuai norma-norma dalam etika pendidikan yang berlaku. Saya yakin dengan begitu dunia pendidikan Indonesia akan semakin maju dan tidak akan ketinggalan. Dan saya mohon kepada para pendidik, jangan mengedepankan fee(gaji), tapi tolong selalu kedepankan keikhlasan untuk mendidik generasi penerus bangsa. Karena semua sudah tahu bahwa GURU adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Apalagi yang sudah PN, sudah terjamin dari pemerintah, jadi tolong kerja maksimal, tunjukkan kualitas terbaik anda, berikan contoh terbaik buat CPN, atau para calon pendidik di Indonesia. Begitu juga buat para dosen-dosen baik yang dikampus Elite maupun yang biasa-biasa saja. Landasi semua pekerjaan dengan IMAN, saya yakin semuanya akan beranjak lebih baik. Dan gag akan ada lagi pelajar indonesia yang mencari ilmu keluar negeri (kalau itu sekarang banyak terjadi, berarti Pendidikan kita di mata LUAR NEGERI dipandang RENDAH, karena penduduk pribumi saja sudah tidak percaya dengan dunia pendidikan di Indonesia).
5. Masyarakat Indonesia terlalu pesimis (berpikiran cupet) dalam segala hal. Sekali lagi saya bilang, bahwa masyarakat Indonesia mudah merasa PUASS dengan segala hal yang sudah di dapatkannya, dan tidak ada keinginan yang GERGET gitu untuk mendapatkan dan menghasilkan yang lebih baik. Ffvviiiiiuuuuccchhh.......... gimana yaw cara menggebrak mental yang seperti itu?????
Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia apabila apa yang saya tulis dalam blog ini banyak kesalahan, dan saya juga mohon maaf sebesarnya-besarnya apabila ada yang tersinggung. Saya hanya ingin dan mau agar negara kita Indonesia ini terbebas dari keterpurukan dan benar-benar merdeka 100%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar